China Akui Tahan Staf Konsulat Inggris untuk Hong Kong

Bintang Bola agen judi bola - China mengonfirmasi telah menahan seorang staf konsulat Inggris untuk Hong Kong di Kota Shenzhen, Provinsi Guandong, Rabu (21/8).
Kementerian Luar Negeri China menuturkan staf konsulat Inggris yang diketahui bernama Simon Cheng itu ditahan karena melanggar aturan keamanan publik tanpa menjelaskan lebih detail.
Media lokal Hong Kong, HK01, menuturkan Simon Cheng tak kunjung kembali dari perjalanan bisnisnya di Shenzhen sejak 9 Agustus lalu.
Melalui unggahan di Facebook, keluarga juga telah membenarkan bahwa Cheng belum kembali setelah pergi ke Shenzhen pada 8 Agustus pagi untuk urusan bisnis.
Cheng merupakan warga China namun telah bekerja cukup lama untuk konsulat Inggris di Hong Kong.
Geng mengatakan karena Cheng adalah warga negara China maka masalah ini sepenuhnya merupakan urusan dalam negeri negaranya.
Dalam kesempatan itu, Geng turut merespons pernyataan Inggris yang menyayangkan penahanan Cheng.
BINTANGBOLA - Website Agen Bola Terbaik dan Terpercaya di Indonesia
SBOBET | IBCBET | Togel Online (Klik4D) | Casino Online
Tangkasnet | Nova Poker
"Ada pun Inggris berkomentar soal ini, kami telah menyatakan dengan tegas, berhenti mencampuri urusan Hong Kong dan berhenti mencampuri urusan dalam negeri China," kata Geng.
"Kami meminta mereka (Inggris) berhenti membuat pernyataan tidak bertanggung jawab ini, berhenti mencampuri urusan Hong Kong dan berhenti mencampuri urusan dalam negeri China," ujarnya menambahkan.
Penahanan Cheng berlangsung ketika Hong Kong masih menghadapi krisis politik terparah sepanjang sejarah, terutama setelah jutaan demonstran pro-demokrasi turun ke jalan dan menggelar protes yang semakin sporadis sejak awal Juni lalu.
Awalnya, para demonstran menuntut pemerintah membatalkan pembahasan rancangan undang-undang ekstradisi yang memungkinkan tersangka satu kasus diadili di negara lain, termasuk China.
Sebagian besar unjuk rasa berujung ricuh hingga aparat harus menembakkan gas air mata dan melemparkan granat untuk memecah massa.
Meski Pemimpin Hong Kong Carrie Lam telah membatalkan RUU itu, para pedemo masih tak puas dan menuntut dirinya mundur. Lambat laun, tuntutan para demonstran semakin sulit yakni ingin membebaskan Hong Kong dari China.
Demonstrasi selama dua bulan terakhir memang telah membawa Hong Kong ke dalam krisis politik terparah sejak Inggris menyerahkan wilayah itu ke China pada 1997 lalu.
Posted by Bintangbola
Kami ada karena Anda
BintangBola | NovaPoker
BBM : D61870BD
WhapApp : +855-81-287-168
WeChat : BINTANGBOLA
Komentar
Posting Komentar